Kamis, 28 Juli 2022

SOAL ILMU HADIS KELAS 12 BAB 1



 Jawab pertanyaan tersebut di kolom komentar, jawaban untuk kolom “ALASAN” boleh sama, asalkan menggunakan redaksi/ kata yang berbeda. Tidak boleh sama.

Cara menjawab Contoh:

Nama: Ainul Yakin  absen 31

1. SETUJU karena …………

2. TIDAK SETUJU karena…..

3. SETUJU karena….

4. TIDAK SETUJU karena…….

Rabu, 20 Juli 2022

MEMBUMIKAN ILMU HADIS

 A. MARI MERENUNG

            Seorang ulama besar dan ahli hadis nomor wahid memiliki nama lengkap Muhammad ibn Ismail ibn Ibrahim ibn al-Mughirah ibn Bardizbah al-Bukhari (w. 256 H). 

Selama kurang lebih belasan tahun dalam menjalani proses ekspedisi menimba ilmu- dan menghafal hadis Nabi Muhammad Saw, berguru kepada seribu guru dari berbagai belahan negara mulai dari Mekkah, Madinah, Mesir, Baghdad, amaskus, Asqalan, dan Naisabur. Beliau mendatangi para guru-guru yang ahli dalam bidang ilmu hadis dan mempelajarinya secara mendalam dan konsisten. 

        Kehebatan hafalan beliau dan analisis terhadap sanad dan matan hadis telah diakui oleh banyak ulama. Suatu ketika, para ulama kota Baghdad mendengar berita bahwa seorang tokoh yang dimaksud akan mengunjungi kota Baghdad diterangkan oleh Ibn „Adi, bahwa berkumpullah sejumlah tokoh ilmuan hadis di dalam satu majelis, mereka mempersiapkan masing-masing 100 hadis dan mengacak sanad dan teks matan hadis tersebut yang selanjutnya akan dilontarkan pertanyaan tersebut kepada Abu Abdullah sebagai bahan ujian materi kekuatan hafalan hadis Nabi Saw. Masyarakat saat itu menyaksikan proses ujian Abu Abdullah di dalam majelis suci tersebut.

        Satu persatu dari mereka maju dan menanyakan kepada Abu Abdullah dari 10 pertanyaan mengenai sanad dan matan hadis yang mereka miliki. Kemudian tampil penguji kedua dengan menanyakan 10 hadis yang berbeda, hingga mencapai 10 orang penguji hingga selesai. Setelah semua dewan penguji menyelesaikan pertanyaan hadis-hadisnya, lalu Imam Abu Abdullah meluruskan konten sanad dan matan hadis yang telah dilontarkan satu persatu kepada beliau sambil menoleh kepada setiap penguji.

        Abu Abdullah menjawab satu persatu pertanyaannya dan membenarkan sanad dan matan hadis yang dianggapnya keliru. Setelah beliau meluruskan 100 pertanyaan hadis kepada sanad dan matan yang sebenarnya, para ulama sekaligus tim penguji dan orang-orang di sekeliling beliau mengakui dengan sebenar-benarnya bahwa Imam Abu Abdullah adalah seorang penghafal hadis Nabi Saw yang memiliki kekuatan hafalan dan analisis yang tajam. Pertanyaannya, siapakah nama yang populer yang lebih dikenal di kalangan perawi hadis dari sebutan Abu Abdullah tersebut? Apa nama karya monumental beliau dalam ilmu hadis yang saat ini menjadi rujukan utama di dunia Muslim? Dimanakah beliau wafat dan dikuburkan?

B. MARI MENGAMATI 

Perhatikan ilustrasi gambar di bawah ini dan carilah pokok pikiran utamanya :



Al-Quran dan hadis memerintahkan manusia untuk berupaya meningkatkan kemampuan pengetahuan ilmiahnya. Nabi Muhammad Saw., sebagai Rasulullah juga diperintahkan agar berusaha diiringi dengan doa agar pengetahuannya bertambah. Di dalam al-Qur‟an Allah Swt berfirman:

 


        Rasulullah Saw. menjadi pendorong utama bagi manusia untuk menimba ilmu pengetahuan dengan cara mengembangkan sarana ilmu teknologi dan informasi. Kini, ilmu pengetahuan dan teknologi adalah lapangan kegiatan yang akan terus berkembang dan akan bermanfaat bagi manusia. Pentingnya membumikan ilmu hadis di era ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi adalah suatu kewajiban utama bagi umat Muslim khususnya di Indonesia. Keseimbangan dalam mengelola kepentingan yang bersifat duniawi dan ukhrawi mutlak diperlukan agar tidak terseret oleh arus dan pesatnya media dan IPTEK. Dari sini titik letak hubungan antara agama Islam yang bersumber dari al-Qur‟an dan sunnah dengan ilmu pengetahuan.


#KERJAKAN SOAL DIBAWAH INI:

Note: Soal ditulis dan dikerjakan di BUKU TULIS, 

1. Apakah pengertian dari ilmu hadis? 

2. Sebutkan manfaat dari mempelajari disiplin ilmu hadis? 

3. Apa saja cabang-cabang ilmu hadis? 

4. Sebutkan nama-nama pengarang kitab hadis? 

5. Jelaskan pengertian dan maksud dari membumikan ilmu hadis? 

Senin, 18 Juli 2022

HADIS SAHIH

1. Pengertian hadis ṣaḥīḥ 

        Kata ṣaḥīḥ secara bahasa diartikan sehat, merupakan lawan dari saqim (sakit atau lemah). Yang dimaksud hadis ṣaḥīḥ adalah hadis yang sehat dan benar tanpa adanya penyakit dan cacat. Ulama berbeda pendapat mengenai pengertian Hadis ṣaḥīḥ, namun secara umum pendapat mereka tidak memiliki perbedaan yang siginifikan. Di antara pendapat para ulama tentang definisi hadis ṣaḥīḥ adalah sebagai berikut:

“Hadis yang sanadnya bersambung (tanpa putus), diriwayatkan oleh periwayat yang adil dan sempurna ingatannya dari periwayat yang memiliki kualitas sepadan, tidak syaż dan tidak ada „illat yang dapat mencederainya.

”Imam Nawawi dalam kitab Tadrib Ar-Rowy mendefinisikan lebih ringkas, yaitu:

“Hadis yang sanadnya bersambung melalui orang-orang yang adil dan sempurna ingatannya, tidak syaż dan tidak ada „ilat.

2. Syarat-Syarat Hadis Ṣaḥīḥ

    Berdasarkan definisi hadis ṣaḥīḥ di atas, dapat dipahami bahwa syarat-syarat hadis ṣaḥīḥ adalah sebagai berikut: 

a. Sanadnya Muttaṣil 

        Maksudnya adalah semua periwayat isi hadis tersebut benar-benar mengambil hadis secara langsung dari periwayat sebelumnnya, kemudian periwayat sebelumnnya dari periwayat sebelumnya lagi hingga akhir sanad. Untuk memastikan sebuah hadis diterima langsung oleh periwayat dari gurunya, Imam Muslim mensyaratkan keduanya harus hidup satu generasi dan memungkinkan saling bertemu. Sedangkan Imam Bukhari mensyaratkan keduanya harus benar-benar pernah bertemu. Oleh karenanya, kitab Shahih Bukhari dianggap lebih utama karena syaratnya lebih ketat. 

b. Periwayatnya Adil 

        Adil adalah sebuah watak yang menjadikan seseorang selalu bertakwa dan menjaga harga diri. Orang adil adalah seorang muslim, berakal sehat, tidak fāsiq dan tidak jelek prilakunya (menjaga murūah). 

        Dalam menilai keadilan seorang periwayat, cukup dilakukan dengan salah satu metode berikut: 

        1) Keterangan seseorang atau beberapa ulama ahli ta‟dīl bahwa periwayat itu bersifat adil. 

        2) Khusus mengenai periwayat hadis pada tingkat sahabat, mayoritas ulama sepakat bahwa seluruh sahabat adalah adil.

c. Periwayatnya Ḍābiṭ 

            Maksudnya masing-masing periwayatnya memiliki daya ingat sempurna ketika menerima hadis, kemudian menjaga isi hadis tersebut baik melalui hafalannya Dābiṭ shadran) atau tulisannya ( ābiṭ kitaban).  Artinya, kapan pun hadis tersebut dibutuhkan, dia dapat menunjukkan dengan cepat, baik melalui hafalan atau tulisannya, dengan tanpa adanya perubahan dari saat menerima hadis pertama kali. 

        Adapun sifat-sifat ke ābiṭan periwayat, menurut para ulama, dapat diketahui melalui: 

        1) Kesaksian para ulama. 

      2) Berdasarkan kesesuaian riwayatannya dengan riwayat orang lain yang telah dikenal ke dābiṭannya. 

d. Tidak Syaż 

        Maksudnya ialah isi hadis (matan hadis) itu benar-benar tidak syaż. Dalam arti tidak bertentangan dengan hadis yang diriwayatkan oleh orang yang lebih ṡiqah. 

e. Tidak terdapat ‟illat 

        Maksudnya tidak ada sebab yang samar yang dapat menurunkan derajat keṣaḥīḥ-an hadis. „Illat hadis dapat terjadi pada sanad, matan, atau keduanya sekaligus. Namun demikian, „illat yang paling banyak terjadi adalah pada sanad, seperti menyebutkan muttaṣil terhadap hadis yang munqati‟ atau mursal. 

3. Kedudukan Hadis Ṣaḥīḥ 

        Hadis ṣaḥīḥ sebagai sumber ajaran Islam lebih tinggi kedudukannya dari hadis ḥasan. Karena itu apabila hadis ṣaḥīḥ bertentangan dengan hadis ḥasan, maka didahulikan hadis ṣaḥīḥ. 

Semua ulama sepakat menerima hadis ṣaḥīḥ sebagai sumber ajaran Islam atau hujjah yang dapat digunakan untuk menentukan masalah akidah, hukum dan akhlak. Hukum-hukum yang berdasarkan hadis ṣaḥīḥ harus diamalkan. 

Tidak semua hadis ṣaḥīḥ dapat diriwatkan secara umum. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ibnu Mas‟ud Ra. “Tidaklah kamu menyampaikan sebuah hadis pada kaum yang akal mereka tidak mampu memahaminya melainkan akan menjdi fitnah baginya” 

4. Klasifikasi Hadis Ṣaḥīḥ 

a. Hadis ṣaḥīḥ li żātihi 

       Hadis ṣaḥīḥ li żātihi adalah hadis yang memenuhi lima syarat keshahihan sebuah hadis sebagaimana yang terhimpun dalam definisi hadis sahih dan contoh di atas. 

b. Hadis ṣaḥīḥ li gairihi 

        Hadis ṣaḥīḥ li gairihi adalah hadis hadis hasan yang naik derajatnya karena ada jalur periwayatan lain yang lebih kuat. Jalur periwayatan yang lebih kuat yang menyebabkan naiknya derajat hadis hasan menjadi ṣaḥīḥ li gairihi dikenal dengan istilah syahid atau muttabi

Dari uraian tersebut, hadis ṣaḥīḥ li gairihi didefinisikan sebagai berikut:


        Hadis yang keadaan rawi-rawinya kurang Hafizh dan dhabit tetapi mereka masih terkenal sebagai orang yang jujur maka derajatnya adalah ḥasan. Lalu didapati pada hadis tersebut jalan (sanad) lain yang serupa atau lebih kuat, dan hal tersebut dapat menutupi kekurangan yang ada pada hadis hasan tersebut. 

Suatu Hadis ḥasan jika memiliki padanan hadis dengan sanad yang berbeda yang bisa menguatkannya, maka derajatnya naik menjadi hadis ṣaḥīḥ ligairihi. Urutan derajat hadis ṣaḥīḥ ligairihi adalah di bawah ṣaḥīḥ liżātihi dan di atas ḥasan liżātihi.

5. Tingkatan Derajat Hadis Ṣaḥīḥ 

Kesahihan ditentukan oleh keadaan para rawinya (adil dan ābiṭ), ketersambungan sanad-sanadnya, selamat dari kecacatan (illat) dan kejanggalan (syaż). 

        Terdapat tingkatan atau martabat hadis sahih yang disebabkan oleh kualitas dan kapasitas sanad dan rawinya. Tingkatan hadis sahih, antara lain: 

a. Hadis Muttafaq Alaih 

        Adalah hadis yang sanadnya disepakati oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Artinya Imam Bukhari meriwayatkan hadis melalui sanad yang sama dengan sanad hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. 

b. Hadis Riwayat Bukhari sendirian 

c. Hadis Riwayat Muslim sendirian 

d. Hadis yang sanadnya memenuhi syarat ṣaḥīḥ Bukhari dan ṣaḥīḥ Muslim. 

        Adalah hadis yang tidak diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim tetapi diriwayatkan oleh Imam lain. Adapun rijāl sanadnya termasuk rijāl sanad yang dikategorikan ṡiqah oleh Imam Bukhari dan Muslim. 

e. Hadis yang sanadnya memenuhi syarat hadis ṣaḥī‎ḥ menurut imam Bukhari, namun Bukhari tidak meriwayatkannya dalam kitab ṣaḥīḥ-nya. 

f. Hadis yang sanadnya memenuhi syarat hadis ṣaḥī‎ḥ menurut imam Muslim, namun Imam Muslim tidak meriwayatkannya dalam kitab ṣaḥīḥ-nya. 

g. Hadis yang sanadnya ṣaḥīḥ menurut selain Imam Bukhari dan Muslim 

seperti; ṣaḥīḥ menurut Ibnu Hibban, ṣaḥīḥ menurut Ibnu Huzaimah, ṣaḥīḥ menurut Ibnu Majah, ṣaḥīḥ menurut Imam al-Hakim, dan lain-lain tapi tidak ṣaḥīḥ menurut Bukhari dan Muslim.


###

SOAL :

Setelah membaca materi, buatlah peta konsep materi " HADIS SAHIH

*Soal ditulis di buku tulis*

Minggu, 12 September 2021

URGENSI PENELITIAN SANAD HADIS

 Tujuan pokok penelitian hadis, baik dari segi sanad maupun matn, adalah untuk mengetahui kualitas hadis yang diteliti. Kualitas hadis sangat perlu diketahui dalam hubungannya dengan kehujjahan hadis yang bersangkutan. Hadis yang kualitasnya tidak memenuhi syarat tidak dapat digunakan sebagai hujjah. Pemenuhan syarat itu karena hadis merupakan sumber ajaran Islam. Penggunaan hadis yang tidak memenuhi syarat akan dapat mengakibatkan ajaran Islam tidak sesuai dengan apa yang seharusnya.[19]M. Syuhudi Ismail, Metodologi Penelitian Hadis Nabi, (Cet. I; Bulan Bintang: Jakarta, 1992), h. 28-29

Sanad hadis dinyatakan mempunyai kedudukan yang sangat penting, sebab utamanya dapat dilihat dari dua sisi, yakni:

1.   Dilihat dari sisi kedudukan hadis dalam kesumberan ajaran Islam;

2.  Dan dilihat dari sisi sejarah hadis.[20]M. Syuhudi Ismail, Kaedah Kesahihan Sanad Hadis: Telaah Kritis dan Tinjauan dengan Pendekatan Ilmu Sejarah, (Cet.II; Bulan Bintang: Jakarta, 1995), h. 85

Dilihat dari sisi yang disebutkan pertama, sanad hadis sangat penting karena hadis merupakan salah satu sumber ajaran islam. Sedang dilihat dari sisi yang disebutkan kedua, sanad hadis sangat penting karena dalam sejarah:(a) pada zaman Nabi tidak seluruh hadis tertulis; (b) sesudah zaman nabi telah berkembang pemalsuan-pemalsuan hadis; dan (c) penghimpunan (tadwin) hadis secara resmi dan massal terjadi setelah berkembangnya pemalsuan-pemalsuan hadis.[21]M. Syuhudi Ismail, Kaedah Kesahihan Sanad Hadis: Telaah Kritis dan Tinjauan dengan Pendekatan Ilmu Sejarah, (Cet.II; Bulan Bintang: Jakarta, 1995), h. 85

Dengan demikian maka dapat dinyatakan, ada empat faktor penting yang mendorong ulama hadis mengadakan penelitian sanad hadis, yaitu:

1.   Hadis sebagai salah satu sumber ajaran Islam

2.  Hadis tidak seluruhnya tertulis pada zaman Nabi

3.  Munculnya pemalsuan hadis

LINK VIDIO PEMBELAJARAN SKI

 SKI KELAS X

 

KONDISI BANGSA ARAB PRA ISLAM

https://www.youtube.com/watch?v=lnoffOBc28c

 

SUBSTANSI DAN STRATEGI DAWKAH PERIODE MEKKAH

https://www.youtube.com/watch?v=K_9avJqaB-Q

 

PERISTIWA HIJRAH KE HABASYAH DAN AMMUL HUZNI

https://www.youtube.com/watch?v=dkzd-cA8FdM

 

PERISTIWA PENTING DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKKAH

https://www.youtube.com/watch?v=6PTrbOL4yz8&t=45s

 

MADINAH PRA ISLAM

https://www.youtube.com/watch?v=LCn_VVrAflc&t=70s

 

SUBSTANSI DAN STRATEGI DAKWAH RASULULLAH PERIODE MADINAH

https://www.youtube.com/watch?v=MSOr8Fhynmo&t=203s

 

PERISTIWA PENTING DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MADINAH

https://www.youtube.com/watch?v=v2Ch3K_R9_c&t=490s

 

SKI KELAS XII

 

KONDISI INDONESIA PRA ISLAM

https://www.youtube.com/watch?v=0rB5ipwvXwg

 

JALUR MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA

https://www.youtube.com/watch?v=_ATINCEMK_A

 

STRATEGI DAKWAH ISLAM DI INDONESIA

https://www.youtube.com/watch?v=Nm6hAIckfZ0&t=62s

 

FASE PENYEBARAN ISLAM DI INDONESIA

https://www.youtube.com/watch?v=OXUXW8p0_lg

 

BIOGRAFI WALI SANGA

https://www.youtube.com/watch?v=Z1PQmNEqpJM&t=84s

 

 

PERAN WALI SANGA

https://www.youtube.com/watch?v=2BNTelSc0yc&t=211s

 

KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA (SUMATERA DAN JAWA)

https://www.youtube.com/watch?v=ixzdUEzfjdE&t=98s

 

KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA (KALIMANTAN DAN SULAWESI)

https://www.youtube.com/watch?v=GFJ2-vFjmMo&t=280s

 

KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA (TERNATE DAN NUSA TENGGARA)

https://www.youtube.com/watch?v=fQSjm5jkfK0&t=323s

 

PERANAN KERAJAAN TERHADAP PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA

https://www.youtube.com/watch?v=oocU3gjxqKU&t=28s

 

 

AKIDAH KELAS XI

MEMAHAMI ILMU KALAM

https://youtu.be/Jsf5MWFp6-k

 

SEJARAH ILMU KALAM

https://youtu.be/msrtN_-w5dg

 

ALIRAN-ALIRAN ILMU KALAM (SYI’AH DAN KHAWARIJ)

https://youtu.be/A32v1bK_IFA

 

ALIRAN-ALIRAN ILMU KALAM (MURJI’AH, JABARIYAH, QADARIYAH)

https://youtu.be/9vn4DaR6AOY

 

ALIRAN-ALIRAN ILMU KALAM (MU’TAZILAH, ASY’ARIYAH, MATURIDIYAH)

https://youtu.be/zcVOZhlVQXk

 

MENGHINDARI DOSA BESAR (PEMBUNUHAN, LIWAT DAN LGBT)

https://youtu.be/jG_m1nyXD4M

 

MENGHINDARI DOSA BESAR (KHAMAR DAN JUDI)

https://youtu.be/0ga8vgXW3hw

 

MENGHINDARI DOSA BESAR (MENCURI DAN DURHAKA KEPADA ORANG TUA)

https://youtu.be/NVOZG5IgQMo

 

MENGHINDARI DOSA BESAR (MENINGGALKAN SHOLAT, MEMAKAN HARTA ANAK YATIM DAN KORUPSI)

https://youtu.be/LATdFaKa7-g

 

ADAB BERPAKAIAN

https://youtu.be/2e4YWocmbrw

 

ADAB BERHIAS DAN PERJALANAN

https://youtu.be/Lk2Qf70Dprw

 

 

Selasa, 27 April 2021

Dimana Letak Kekuatan Seorang Muslim

 Letak kekuatan seorang muslim berada pada imannya, kalau saja iman dalam diri seseorang kuat, imsyaallah ketika mendapat ujian dan cobaan dari Allah S.w.t akan kuat dan tidak mudah tergoncang.

Dia akan bersikap tenang dalam menghadapi ujian tersebut, karna dia sadar bahwa semua yang dimiliki dan yang sedang dinikmati semua atas kehendak Allah dan dan menyadari bahwa semua akan kembali kepada Allah S.w.t

Ia akan menganggap bahwa sesuatu yang menimpa dirinya merupakan ujian yang harus dilewati bagi seorang hamba, dan menerima ujian tersebut dengan ikhlas terlebih ridha.

Selalu menganggap bahwa ujian yang telah diberikan kepadanya mengandung sebuah kebaikan.


Begitu sebaliknya jika seseorang berada dalam kondisi keimanan yang lemah, maka jika mendapat ujian dan cobaan hatinya akan terguncang, dan menganggap bahwa apa yang dialaminya sungguh tidak adil. Dan agak sulit menerima kenyataan. Berlarut-larut dalam kesedihan, Astagfirullah...padahal hal tersebut tidak diperbolehkan.

Padahal....sesuatu yang menurut kita baik, tapi belum tentu baik menurut Allah S.w.t

Dan sesuatu yang buruk di mata kita belum tentu buruk di mata Allah S.w.t

Mari berdoa semoga kita selalu diberikan keimanan yang kuat.

Aamiin......

Kamis, 18 Maret 2021

REMEDI SKI 11 MIPA 1,2,3, 11 KGM, 11 IPS

 

1.    1. Dalam bahasa Arab, gerakan pembaruan Islam disebut tajdid

2.    2. Dalam bahasa Arab, gerakan pembaruan Islam disebut jaded

3.  3.   upaya-upaya untuk menyesuaikan paham keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern disebut Pembaruan Islam

4.   4.  upaya-upaya untuk menyesuaikan paham keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern disebut Reinkarnasi

5.    5. Muhammad Ali Pasha meninggal dunia pada tahun 1849 M di Alexandria kemudian jenazahnya dimakamkan di komplek masjid Alabaster

6.   6.  Muhammad Ali Pasha meninggal dunia pada tahun 1849 M di Aleppo kemudian jenazahnya dimakamkan di komplek masjid Nabawi

7.  7.   Jamaluddin Al-Afghani dilahirkan di Asadabad, dekat Kanar di Distrik Kabul, Afghanistan

8. 8.  Jamaluddin Al-Afghani dilahirkan di Persia, dekat Kanar di Distrik Kabul, Afghanistan

9.  9. Paman M. Abduh merupakan  seorang Syaikh (guru spiritual) Darwisy Khadr seorang ulama shufi dari Tharekat Syadzili

1   10. fatalisme merupakan paham yang beranggapan bahwa segala sesuatu harus diusahakan, manusia harus berusaha

11.  11. Menurut Muhammad Iqbal kemunduran umat islam disebabkan karena  ada kecenderungan umat Islam terjerembab pada paham fanatisme

12.  12. Kata dinamisme artinya berhenti

13.  13. Menurut istilah dinamisme adalah suatu aktifitas yang didasarkan pada kesadaran untuk selalu berubah secara positif untuk mengikuti perkembangan zaman

14.  14. Tujuan Rasyid Ridha dalam menerbitkan majalah Al-Manar yaitu untuk mengadakan pembaruan melalui media cetak yang di dalamnya berisikan bidang agama, sosial, ekonomi, memberantas takhyul dan faham bidah yang masuk ke dalam kalangan umat Islam.

15. 15.  Majalah Al Jenar merupakan majalah yang diterbitkan Rasyid Ridha